Refleksi Festival Menulis Nusantara Menciptakan Ruang Kreativitas dan Optimalisasi Kemampuan Berbicara
"Di balik setiap kata ada cahaya; saat berbicara dengan ketulusan dan kreatifitas, kita memberi jiwa pada setiap pesan yang kita sampaikan"
Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan untuk menjadi pemateri dalam kegiatan Festival Menulis Nusantara yang diselenggarakan oleh Symprerifora Publisher. Sebuah pengalaman yang mengesankan, yang tidak hanya menguji kemampuan saya dalam berbicara secara efektif, tetapi juga memberi kesempatan untuk menyalurkan kreativitas dalam menyampaikan materi melalui berbagai media di platform WhatsApp, yakni chat, slide presentasi, dan voice note.
Materi yang saya bawakan berjudul "Menulis Produktif dengan Kreatif dan Konsisten Tanpa Batas". Walaupun penyampaian materi melalui WhatsApp terasa seperti tantangan tersendiri, saya justru melihatnya sebagai ruang untuk berkreasi dan berinovasi. Penggunaan berbagai media dalam satu platform menjadi kesempatan untuk memperkaya pengalaman peserta, sehingga mereka bisa memahami materi secara lebih holistik dan mendalam.
Penggunaan voice note sebagai media untuk menjelaskan lebih lanjut tentang konsep-konsep tertentu memberikan kesempatan bagi saya untuk lebih menghubungkan diri dengan audiens, meskipun tidak ada interaksi tatap muka. Saya bisa menyesuaikan intonasi suara untuk menekankan poin-poin penting dan memberikan nuansa emosional yang tidak bisa didapatkan hanya dari teks. Ini adalah cara yang efektif untuk menarik perhatian audiens dan memberikan pesan yang lebih bermakna..
Apa yang membuat sesi ini semakin bermakna adalah ketika saya mengelaborasi materi tersebut dengan kajian agama. Saya menyadari bahwa menulis bukan hanya sekadar keterampilan teknis, tetapi juga sebuah proses spiritual. Dalam setiap kata yang ditulis, terdapat niat dan makna yang lebih dalam. Saya berusaha menyampaikan bahwa menulis adalah bagian dari ibadah, sebagai cara untuk mencatat ilmu dan berbagi pengetahuan dengan orang lain, yang pada akhirnya akan memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Namun, setelah beberapa hari berlalu dan saya melihat materi kepenulisan dari para pemateri lainnya, saya mulai merasa bahwa ada satu aspek yang kurang saya tekankan—"why effects". Saya menyadari bahwa, meskipun saya telah berhasil menjelaskan bagaimana cara menulis secara kreatif dan konsisten, saya tidak memberikan penekanan yang cukup pada alasan mendalam mengapa menulis itu penting. Mengapa kita harus menulis? Apa dampaknya terhadap kehidupan kita? Inilah yang saya rasa perlu lebih diperkuat dalam materi saya.
Pengalaman ini justru memberikan dorongan baru bagi saya untuk menambahkan kedalaman dalam materi berikutnya. Saya menyadari bahwa setiap kesempatan berbicara di depan umum tidak hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang menguatkan makna di balik pesan tersebut, memberikan dampak yang lebih besar, dan membantu audiens menemukan alasan pribadi mereka untuk berkreasi. Dengan refleksi ini, saya tidak melihatnya sebagai kekurangan yang harus dipandang negatif. Sebaliknya, itu adalah pelajaran berharga untuk perbaikan ke depan.
Saya merasa bangga dengan apa yang telah saya capai dalam Festival Menulis Nusantara ini. Saya bangga dengan cara saya menyampaikan materi yang tidak hanya mengandalkan teknik dan teori, tetapi juga membangun ruang kreativitas yang membuat audiens merasa terinspirasi. Pencapaian ini bukan hanya tentang materi yang saya sampaikan, tetapi juga tentang bagaimana saya berhasil berkomunikasi secara efektif melalui media yang mungkin belum banyak dimanfaatkan.
Meskipun saya merasa ada ruang untuk peningkatan, saya juga sangat bersyukur telah diberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui platform ini. Ke depannya, saya akan terus berusaha untuk menyempurnakan teknik penyampaian saya, dengan menambahkan lebih banyak elemen reflektif yang dapat mendorong audiens untuk merenung lebih dalam tentang pentingnya menulis dalam kehidupan mereka. Saya juga berencana untuk lebih menggali "why effects" dalam setiap materi yang saya buat, agar dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada para peserta.
Pada akhirnya, saya belajar bahwa kreativitas tidak terbatas pada cara kita menyampaikan materi, tetapi juga pada bagaimana kita terus menumbuhkan ide-ide baru, beradaptasi dengan media yang ada, dan menyentuh hati audiens dengan cara yang autentik. Ini adalah perjalanan yang terus berkembang, dan saya merasa sangat berterima kasih atas setiap langkahnya.
.jpg)
Betul banget Kak. Aku sendiri merasakan refleksi tersendiri dan berbeda dari apa yang selama ini saya dapat. Khususnya karena Kakak memasukkan poin penting yakni dari perspektif agama. Makasih banyak ilmunya, Kak.
BalasHapusTerima kasih Kak, senang sekali materi yang saya sampaikan bisa memberikan refleksi yang berarti. Semoga ilmu yang dibagikan bermanfaat ya
Hapus