Keberhasilan dan kebahagiaan akan selalu lebih bermakna jika dibagi bersama mereka yang kita sayangi."
Hari itu 3 Desember 2024, saya melangkahkan kaki menuju acara syukuran wisuda seorang junior di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) RITMA UIN Alauddin. Selvy Arif, yang kini menyandang gelar Sarjana Humaniora (S.Hum.), tampak penuh kebahagiaan. Saya hadir sebagai senior bukan hanya untuk memberi selamat, tetapi juga sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas usaha yang telah ia tempuh selama bertahun-tahun.
Suasana penuh kegembiraan dan kebanggaan terasa begitu kental di rumah Selvy. Sebagai bagian dari keluarga besar UKM RITMA, kehadiran saya pada hari itu lebih dari untuk memberikan ucapan selamat tetapi juga untuk berbagi kebahagiaan atas kesuksesannya. Meskipun saya tidak membawa hadiah mewah, kehadiran saya dan doa tulus untuk Selvy sudah cukup menjadi ungkapan syukur dan penghargaan atas pencapaiannya.
Sambil menikmati hidangan dari keluarga Selvy, saya merasakan atmosfer yang penuh kebersamaan. Teman-teman dari UKM RITMA, teman KKN Selvy, serta beberapa dari Aldeba dan Gowa Menyala yang hadir menikmati hidangan berat yang disajikan. Hidangan yang disajikan pun begitu menggugah selera, namun saya hanya menikmati makanan berat dan segelas es buah sebagai penutup. Perut saya sudah penuh seperti lautan yang hampir meluap, dan rasa ingin makan seakan menguap begitu saja, apalagi mengingat di rumah saya sendiri juga menjual kue-kue serupa yang kini terasa seperti kenangan yang terlalu dekat untuk dinikmati lagi.
Saya pun berbincang sebentar dengan Malha, teman junior IC-VIII UKM RITMA. Kami membahas pandangan kami tentang kehadiran lebih banyak penulis dan peneliti dari kalangan mahasiswa social studies di UKM RITMA, yang menurut saya masih jauh lebih sedikit dibandingkan dari kalangan mahasiswa science studies. Malha tampaknya sepakat, dan kami sempat berbicara tentang bagaimana UKM RITMA perlu memberi lebih banyak ruang bagi kalangan mahasiswa sosial untuk berkembang dalam dunia lomba penelitian dan penulisan.
Dalam suasana kebahagiaan itu, saya juga berbincang dengan ayah Selvy. Pria Bugis yang ramah ini berbagi cerita tentang betapa besar perjuangan keluarganya untuk mendampingi Selvy mencapai titik ini. "Hidup ini perjuangan panjang, dan wisuda ini adalah salah satu pencapaiannya," katanya. Baginya, syukuran ini lebih dari sekadar merayakan pencapaian anaknya; itu adalah bentuk syukur atas segala pengorbanan yang telah dilakukan bersama sebagai keluarga.
Saya merasa betapa pentingnya peran keluarga dan teman dalam perjalanan hidup seseorang. Meski saya seorang yang lebih pendiam, momen ini mengingatkan saya akan arti kehadiran dan dukungan yang tulus. Tak perlu kata-kata yang berlebihan, cukup dengan kehadiran dan doa tulus, saya merasa kebahagiaan itu menyatu.
Momen berfoto bersama Selvy dengan teman-teman UKM RITMA di depan rumahnya menjadi salah satu yang paling berkesan. Namun, tiba-tiba saya menyadari ada beberapa pasang mata yang mengamati kami dari balik jendela. Itu adalah anggota keluarga Selvy yang melihat kami berfoto merayakan kebahagiaan bersama putri mereka. Meskipun tidak ada kata-kata yang terucap, tatapan mereka terasa penuh kebanggaan dan kehangatan. Saya merasakan betapa keberhasilan Selvy bukan hanya miliknya, tetapi juga kebahagiaan bagi keluarga yang telah mendukungnya sepanjang perjalanan.
Saya pun teringat pada filosofi Bugis, sipakatau, yang mengajarkan kita untuk saling memanusiakan. Filosofi ini terasa sangat tepat menggambarkan kebersamaan yang tercipta dalam perjalanan Selvy—bukan hanya hasil jerih payahnya, tetapi juga dukungan dari keluarga dan teman-teman yang saling menguatkan. Sewaktu berbincang dengan ayah Selvy yang berasal dari latar belakang yang serupa, kami berbagi cerita mengenai nilai-nilai yang penting dalam kehidupan. Momen ini memperkuat kesadaran saya bahwa setiap langkah sukses dalam hidup tidak pernah terlepas dari kontribusi orang-orang yang ada di sekitar kita.
Keberhasilan Selvy menjadi simbol dari perjalanan bersama. Setiap dukungan, doa, dan usaha kecil yang diberikan oleh keluarga, teman, dan lingkungan, semuanya menjadi bagian dari apa yang ia capai hari ini. Di sisi lain, bagi saya pribadi, momen ini adalah pengingat untuk selalu hadir dan terlibat dalam kebahagiaan orang lain. Sebab, dalam berbagi kebahagiaan, kita pun menemukan makna yang lebih besar dalam hidup.
Melalui pengalaman sederhana seperti ini, saya belajar bahwa dalam hidup, berbagi kebahagiaan adalah hal yang sangat berarti. Selamat untuk Selvy Arif, S.Hum., atas pencapaian luar biasa ini. Terima kasih juga kepada keluarga yang selalu memberi dukungan tanpa henti. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan dan keberhasilan adalah perjalanan kolektif. Semoga keberhasilan Selvy dapat menjadi inspirasi tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi teman-teman dan orang-orang di sekitarnya.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaaf belum saya baca komentarnya. Terima kasih sudah mampir berkomentar.
Hapus